Selasa, 10 Juni 2014

AKU DAN TEMAN-TEMAN C7J

Hari ini aku ingin menceritakan sedikit pengalaman ku kemarin tepatnya hari Kamis, 22 Mei 214. Ini adalah observasi pertama ku bareng teman-teman. Kami di beri tugas oleh bu. Imma dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Untuk mewancarai anak-anak dari SMK Negeri 35 Jakarta atau yang biasa dipanggil dengan C7J.




Observasi ini memang sudah direncanakan sejak 2 minggu yang lalu. Bu Imma memang sengaja untuk mempertemukan kami dengan mereka. Kami mempunyai ide untuk memberikan kenang-kenangan kepada  mereka. Terlintas ide  untuk memberi mereka sebuah pin yang bertuliskan “ Hidup Di Dunia Hanya Sekali Mari Berbuat Baik” disitu  juga ada tulisan C7J dan FIP UMJ sebagai identitas kita
Kebetulan mata kuliah bu Imma itu jam terakahir. Setelah ISOMA ( Istirahat, Solat, Makan ) kami di kelas bersiap-siap untuk berangkat. Sebelum berangkat kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi pengarahan oleh bu Imma, hal-hal apa saja yang akan kita tanyakan kepada mereka. Seperti  identitas pribadi mereka?  Pendapat mereka tentang pendidikan di Indonesia?  Guru yang baik seperti apa? Orang tua yang baik seperti apa? Masalah yang ada di Indonesia? Tujuan utama kami observasi adalah agar dapat berbaur dan mengulik sisi lain dari kehidupan mereka.
Setelah pengarahan dirasa cukup diberikan kami bersiap-siap untuk berangkat. Karena keterbatasan kendaraan bermotor alias motor nya kurang, alhasil ada beberapa teman kami yang tidak dapat ikut. Hmm... agak gak tega juga sih ninggalin mereka tapi mau gimana lagi. Sebelum berangkat kami tidak lupa untuk membaca doa agar selamat sampai tujuan.

Perjalanan di  mulai pukul 13.45 WIB. Kami berangkat dari kampus Cirendeu menuju Roxy Mas.  Kami berangkat bersama-sama menggunakan almet kebanggan kami “The Green Jacket” kami sengaja menggunkan almet agar mudah dikenali dan agar tidak terpisah dari rombongan. Jakarta memang  tidak lepas dari kata macet. Ya... begitulah jalan yang kami lewati MACET. Di Jakarta mana ada sih jalan yang gak macet, jalan tol aja macet. Hampir satu jam lebih kami menelusuri jalanan ibukota akhirnya kami selamat sampai tujuan.




Kami memang sengaja janjian di Roxy Mas. Karena anak-anak C7J belum datang dan waktu telah memasuki salat Ashar. Kami memutuskan untuk salat Ashar terlebih dahulu. Setelah selesai salat kami kembali ke lokasi. Dan disana anak-anak C7J telah menunggu.
Wah... jujur awalnya kami memang malu-malu untuk berkenalan dengan mereka. Karena mereka adalah anak STM yang mayoritas adalah kaum laki-laki. Yah mau gimana lagi karena tugas kuliah akhirnya kami pun memberanikan diri untuk berkenalan dengan mereka. Kemudian kami bergabung dengan kelompok kami masing-masing yang sebelumnya telah dibagikan. Aku pun bergabung dengan kelompok ku yaitu Aulia, dan Wulan. Aku dan teman kelompok ku berkenalan satu per satu dengan mereka. Dari sinilah aku dan teman-teman ku mulai beradaptasi dengan mereka. Kami pun berbincang-bincang, bercanda, tertawa bersama mereka. Tidak lupa ditengah obrolan, kami menyelipkan pertanyaan-pertanyaan yang memang tujuan utama kami. Kemarin anak-anak yang kami temui itu adalah anak kelas 10, dan 11, kelas 12 memang tidak ikut karena mereka telah lulus.


Aku bersama kelompok ku

Aku bertanya kepada mereka bagaimana sih suka dukanya jadi anak STM? Kenapa kalian tertarik dengan STM? Aku juga bertanya kalo anak STM tuh ada yang perempuan juga gak  sih? Terus kalian itu belajarnya apa aja sih? Lebih suka teori atau praktek? O... iya masih ada satu lagi pertanyaan yang membuat aku jadi penasaran. C7J itu artinya apaan sih? Tanyaku kepada salah satu diantara mereka. Diantara mereka pun menjawab C7J itu artinya Camp Java 7. Aku pun balik tanya itu artinya apa? Kampung  Jawa 7 kak. O... gitu terus 7 itu artinya apa kenapa gak 35 aja sekolahan kalian. 7 itu nama sekolahan kami kak, dulu kan namanya STM 7.  Sebenarnya pertanyaan yang aku ajukan ini adalah pertanyaan yang gak penting sih. Tapi tak apalah dibilang kepo. Bukannya malu bertanya itu sesat ditanya. Mending banyak tanya iya gak biar gak nyasar. Biar bisa kenal dengan mereka lebih dekat lagi hihi... J
Ditengah obrolan kami pun tidak lupa untuk berfoto ria. Ciisss..... biarin dibilang alay. Biarin dibilang narsis J bukannya itu sudah menjadi budaya anak muda zaman sekarang ya. Setiap moment itu harus diabadikan. Kapan lagi bisa kumpul bareng anak-anak seperti mereka :D


Nabil, Nadiah, Iin, Dila, dan Andhika



Dila, Iin, Sandi, dan yang pojok kanan gak tau namanya lupa hiihi....



Si Asep pojok kiri nyempil cowok sendiri



Ini aku bareng kelompok ku ( Gipa, Sauki, Argi, Wulan, Iin)



Kebersamaan kita bareng anak-anak C7J
Waktu pun bergulir begitu cepat. Hari semakin sore. Makin sore obrolan kami pun semakin seru. Rasanya sayang  jika harus berpisah dengan mereka. Tapi apa mau dikata kami harus pulang, karena disetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Waktu yang memisahkan kita. Walau raga kita terpisah jauh tapi kita masih melangkah dibawah mentari yang sama kok
Suatu kebanggan tersendiri bagiku bisa kumpul dan berbaur dengan mereka. Kebersamaan dan solidaritas diantara mereka begitu kuat. Salut buat kalian semua. Seneng bisa kenal sama kalian. Kalian semua luar biasa. Semoga kebersamaan kita tidak berhenti sampai disini saja. Semoga suatu saat nanti kita dapat berkumpul bersama lagi. Iya suatu saat nanti dengan suasana baru, cerita baru bersama kalian.... :’)



Pelajaran yang dapat aku ambil dari kisahku kemarin adalah. Kita harus perbanyak teman. Sejuta teman itu sedikit. Sedangkan satu orang musuh itu sudah terlalu banyak. Pemuda hebat bukan orang yang mengurung diri dari luasnya pergaulan. Baginya tak ada orang asing. Ketika bertemu orang baru, yang terpikir olehnya adalah “ Ini calon teman baru ku “.
 Dan mulai sekarang kita semua adalah teman. Salut sama kalian semua. Empat jempol buat kalian semua !!!!


Inilah sekilas tentang kamus hidupku. Minimal hari ini pengalaman dalam hidup ku bertambah satu.
Jakarta
Kamis, 22 Mei 2014
My Life, My Adventure...
Ini cerita ku. Mana cerita mu...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar