Hari ini aku ingin menceritakan
sedikit pengalaman ku kemarin tepatnya hari Kamis, 22 Mei 214. Ini adalah
observasi pertama ku bareng teman-teman. Kami di beri tugas oleh bu. Imma dosen
mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Untuk mewancarai anak-anak dari SMK
Negeri 35 Jakarta atau yang biasa dipanggil dengan C7J.
Observasi ini memang sudah
direncanakan sejak 2 minggu yang lalu. Bu Imma memang sengaja untuk
mempertemukan kami dengan mereka. Kami mempunyai ide untuk memberikan
kenang-kenangan kepada mereka. Terlintas
ide untuk memberi mereka sebuah pin yang
bertuliskan “ Hidup Di Dunia Hanya Sekali Mari Berbuat Baik” disitu juga ada tulisan C7J dan FIP UMJ sebagai
identitas kita
Kebetulan mata kuliah bu Imma itu
jam terakahir. Setelah ISOMA ( Istirahat, Solat, Makan ) kami di kelas
bersiap-siap untuk berangkat. Sebelum berangkat kami dibagi menjadi beberapa
kelompok dan diberi pengarahan oleh bu Imma, hal-hal apa saja yang akan kita
tanyakan kepada mereka. Seperti
identitas pribadi mereka? Pendapat
mereka tentang pendidikan di Indonesia?
Guru yang baik seperti apa? Orang tua yang baik seperti apa? Masalah
yang ada di Indonesia? Tujuan utama kami observasi adalah agar dapat berbaur
dan mengulik sisi lain dari kehidupan mereka.
Setelah pengarahan dirasa cukup
diberikan kami bersiap-siap untuk berangkat. Karena keterbatasan kendaraan
bermotor alias motor nya kurang, alhasil ada beberapa teman kami yang tidak
dapat ikut. Hmm... agak gak tega juga sih ninggalin mereka tapi mau gimana
lagi. Sebelum berangkat kami tidak lupa untuk membaca doa agar selamat sampai
tujuan.
Perjalanan di mulai pukul 13.45 WIB. Kami berangkat dari kampus Cirendeu menuju Roxy Mas. Kami berangkat bersama-sama menggunakan almet kebanggan kami “The Green Jacket” kami sengaja menggunkan almet agar mudah dikenali dan agar tidak terpisah dari rombongan. Jakarta memang tidak lepas dari kata macet. Ya... begitulah jalan yang kami lewati MACET. Di Jakarta mana ada sih jalan yang gak macet, jalan tol aja macet. Hampir satu jam lebih kami menelusuri jalanan ibukota akhirnya kami selamat sampai tujuan.
Kami memang sengaja janjian di Roxy
Mas. Karena anak-anak C7J belum datang dan waktu telah memasuki salat Ashar.
Kami memutuskan untuk salat Ashar terlebih dahulu. Setelah selesai salat kami
kembali ke lokasi. Dan disana anak-anak C7J telah menunggu.
Wah... jujur awalnya kami memang
malu-malu untuk berkenalan dengan mereka. Karena mereka adalah anak STM yang
mayoritas adalah kaum laki-laki. Yah mau gimana lagi karena tugas kuliah
akhirnya kami pun memberanikan diri untuk berkenalan dengan mereka. Kemudian
kami bergabung dengan kelompok kami masing-masing yang sebelumnya telah
dibagikan. Aku pun bergabung dengan kelompok ku yaitu Aulia, dan Wulan. Aku dan
teman kelompok ku berkenalan satu per satu dengan mereka. Dari sinilah aku dan
teman-teman ku mulai beradaptasi dengan mereka. Kami pun berbincang-bincang,
bercanda, tertawa bersama mereka. Tidak lupa ditengah obrolan, kami menyelipkan
pertanyaan-pertanyaan yang memang tujuan utama kami. Kemarin anak-anak yang
kami temui itu adalah anak kelas 10, dan 11, kelas 12 memang tidak ikut karena
mereka telah lulus.
Aku bersama
kelompok ku
Aku bertanya kepada mereka bagaimana
sih suka dukanya jadi anak STM? Kenapa kalian tertarik dengan STM? Aku juga
bertanya kalo anak STM tuh ada yang perempuan juga gak sih? Terus kalian itu belajarnya apa aja sih?
Lebih suka teori atau praktek? O... iya masih ada satu lagi pertanyaan yang
membuat aku jadi penasaran. C7J itu artinya apaan sih? Tanyaku kepada salah
satu diantara mereka. Diantara mereka pun menjawab C7J itu artinya Camp Java 7.
Aku pun balik tanya itu artinya apa? Kampung
Jawa 7 kak. O... gitu terus 7 itu artinya apa kenapa gak 35 aja
sekolahan kalian. 7 itu nama sekolahan kami kak, dulu kan namanya STM 7. Sebenarnya pertanyaan yang aku ajukan ini
adalah pertanyaan yang gak penting sih. Tapi tak apalah dibilang kepo. Bukannya
malu bertanya itu sesat ditanya. Mending banyak tanya iya gak biar gak nyasar.
Biar bisa kenal dengan mereka lebih dekat lagi hihi... J
Ditengah obrolan kami pun tidak lupa
untuk berfoto ria. Ciisss..... biarin dibilang alay. Biarin dibilang narsis J bukannya itu sudah menjadi budaya anak muda zaman sekarang
ya. Setiap moment itu harus diabadikan. Kapan lagi bisa kumpul bareng anak-anak
seperti mereka :D
Kebersamaan
kita bareng anak-anak C7J
Waktu pun bergulir begitu cepat.
Hari semakin sore. Makin sore obrolan kami pun semakin seru. Rasanya
sayang jika harus berpisah dengan
mereka. Tapi apa mau dikata kami harus pulang, karena disetiap pertemuan pasti ada
perpisahan. Waktu yang memisahkan kita. Walau raga kita terpisah jauh tapi kita
masih melangkah dibawah mentari yang sama kok
Suatu kebanggan tersendiri bagiku
bisa kumpul dan berbaur dengan mereka. Kebersamaan dan solidaritas diantara
mereka begitu kuat. Salut buat kalian semua. Seneng bisa kenal sama kalian.
Kalian semua luar biasa. Semoga kebersamaan kita tidak berhenti sampai disini
saja. Semoga suatu saat nanti kita dapat berkumpul bersama lagi. Iya suatu saat
nanti dengan suasana baru, cerita baru bersama kalian.... :’)
Pelajaran yang dapat aku ambil dari kisahku kemarin adalah. Kita harus perbanyak teman. Sejuta teman itu sedikit. Sedangkan satu orang musuh itu sudah terlalu banyak. Pemuda hebat bukan orang yang mengurung diri dari luasnya pergaulan. Baginya tak ada orang asing. Ketika bertemu orang baru, yang terpikir olehnya adalah “ Ini calon teman baru ku “.
Dan
mulai sekarang kita semua adalah teman. Salut sama kalian semua. Empat jempol
buat kalian semua !!!!
Inilah sekilas tentang kamus
hidupku. Minimal hari ini pengalaman dalam hidup ku bertambah satu.
Jakarta
Kamis, 22 Mei 2014
My Life, My Adventure...
Ini cerita ku. Mana cerita mu...









Tidak ada komentar:
Posting Komentar